Sifilis

Sifilis adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual (IMS) segolongan dengan gonorea (raja singa), herpes genital. Yang namanya penyakit infeksi seksual pastinya disebabkan oleh mikororganisme seperti bakteri, virus atau parasit. Untuk kasus sifilis, penyebab sifilis adalah bakteri Treponema pallidum. Bakteri yang berbentuk spiral tersebut ditularkan melalui hubungan seksual atau penularan langsung dari lobus ke janin yang dikandungnya.

bakteri-sifilisbakteri-treponema-pallidumGambar : Bentuk virus sifilis dan bakteri sifilis (treponema paliidum) yang merupakan penyakit kelamin menular

Pada tahun 1999, WHO memperkirakan terdapat 12 juta orang terinfeksi sifilis setiap tahunnya. Selanjutnya, ditemukan bahwa lebih dari 8% perempuan yang mengidap sifilis termasuk dalam golongan usia reproduksi, sehingga ada risiko penularan ke janin yang dikandungnya (transmisi vertikal). Di seluruh dunia, ada sekitar satu juta ibu hamil dengan sifilis. Sekitar 270.000 bayi lahir dengan sifilis kongenital, 460.000 kehamilan berakhir dengan aborsi atau kematian perinatal (bayi usia 0-27 hari) dan 270.000 bayi lahir prematur dengan berat badan lahir rendah.

Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus).

Sifilis yang merupakan penyakit menular seksual yang ditandai dengan fase aktif dan diikuti dengan fase laten. Tahapan dalam penyebaran sifilis, adalah :

1. Masa inkubasi : masa inkubasi terjadi selama 2-6 minggu. Setelah masa itu akan timbul lesi primer disertai dengan pembesaran kelenjar getah bening (Limfadenopati) regional.

2. Tahap sekunder : ditandai dengan lesi kulit secara general atau menyeluruh dan limfadenopati yang juga general.

3. Tahap laten : tahap ini terjadi selama beberapa tahun atau dekade.

4. Tahap tersier : tahap ini terjadi pada 1/3 kasus yang tidak ditangani. Gejala yang timbul yaitu destruksi kulit, muskuloskelet, dan lesi parenkima, aortitis, dan kelainan saraf.

Klasifikasi berdasarkan penyebaran sifilis, yaitu :

1. Sifilis didapat (acquired syphilis) : penyebaran yang terjadi akibat kontak seksual langsung, transfusi darah atau kontak dengan jaringan yang terinfeksi.

2. Sifilis congenital (congenital syphilis) : sifilis yang terjadi akibat infeksi Treponema yang berasal dari ibu yang terinfeksi sifilis primer atau sekunder, jarang infeksi laten. Infeksi dapat terjadi pada tahap atau usia kehamilan manapun.

Sifilis yang juga disebabkan oleh suatu spiroketa. Treponema pallidum yang masuk ke dalam tubuh melalui celah kecil pada kulit genitalia eksterna yang terjadi selama hubungan seksual. Setelah spiroketa  masuk, penyakit yang tidak diobati akan berlanjut melalui empat tahap yang berurutan “: sifilis primer, sifilis sekunder, laten dan tersiser. Terapi antibiotik pada suatu stadium sebelum tersier dapat mencegah squelae lanjut dan mengancam nyawa dari penyakit. Sifilis juga dapat ditularkan dari wanita kepada janinnya pada setiap saat selama kehamilan dengan konsekuensi yang serius.

Posted in Sipilis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Sipilis

Penyakit Sipilis 

Apa itu sifilis?

images (1)Sifilis atau raja sinaga adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh treponema pallidum.Bakteri Treponema Pallidum masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir,seperti selaput lendir di vagina atau mulut dan melalui kulit.

 

Bagaimana cara penularan sifilis?

Penularan sifilis biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti penularan melaui ibu ke anak dalam uterus.Ketika Treponema Pallidum menginfeksi maka bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat,lalu menyebar keseluruh tubuh melalui aliran darah.Sifilis bisa menginfeksi janin selama dalam kandungan dan menyebabkan cacat bawaan.Seseorang yang pernah terinfeksi oleh sifilis tidak akan menjadi kebal dan bisa terinfeksi kembali.

Bagaimana Gejala Sifilis?

Gejala Sifilis dapat dilihat berdasarkan tahapan infeksi Treponema Pallidum menjadi empat fase, yaitu:

1. Fase Primer

Ciri : Terbentuk luka akan muncul sekitar 3-4 minggu setelah infeksi.Luka atau ulkus yag tidak terasa sakit pada tempat terinfeksi,seperti pada penis,vulva,dan  vagina.Ulkus juga ditemui di anus,rektum,bibir,lidah,tenggorokan,leher rahim,dan jari-jari.Ulkus mulai timbul sebagai suatu daerah penonjolan kecil yang dengan segera akan berubah menjadi suatu luka terbuka tanpa disertai rasa sakit.Ulkus tersebut tidak mengelurkan darah,tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan bening yang menular.

2. Fase Sekunder

Ciri: Ruam kulit muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah infeksi.Ruam bisa hilang meskipun tidak diobati,tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam baru dan juga muncul ulkus di mulut.Penderita akan mengalami beberapa peradangan,seperti pelebaran dan pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuhnya,peradangan mata,tulang dan sendi,ginjal,hati,juga selaput otak.

Peradangan mata biasanya tidak menimbulkan gejala,tetapi terjadi pembengkakan saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur.Penyakit Sipilis Penderita juga mengalami peradangan pada tulang dan sendi yang disertai rasa sakit.Peradangan pada ginjal bisa menyebabkan protein masuk kedalam urin. Peradanagan hati bisa menyebabkan penyakit kuning (Jaundice).Adapun peradangan pada selaput otak (Meningitis sifilitik akut) akan menimbulkan gejala seperti menyebabkan sakit kepala,kerontokan,kutulian,tidak enak badan (malaise),kehilangan nafsu makan,mual,lelah,demam dan anemia.

1. Fase Laten

Ciri: Pada fase ini tidak ada Gejala Sifilis sama sekali,seperti sembuh.Berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun,namun bisa muncul kembali yang didukung oleh beberapa faktor,seperti menurunnya sistem imunitas,perilaku seksual yang tidak sehat,pola makan yang tidak teratur,merokok,pola hidup yang tidak bersih,pemaparan ulang bakteri Treponema Pallidum.

2. Fase Tersier

Ciri: Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya,tetapi timbul  berbagai gejala seperti sifilis tersier jinak,sifilis kardiovaskuler dan neurosiilis,

Sifilis tersier jinak

  • Ciri: Adanya gumma (benjolan) diberbagai organ,tetapi yang paling sering adalah pada kaki dibawah lutut,batang tubuh bagian atas wajah,dan kulit kepala.

 

Sifilis Kardiovaskuler

  • Ciri: Muncul 10-25 tahun setelah infeksi awal,penderita mengalami aneurisme aorta (Kebocoran katup aorta) Sehingga menyebabkan sakit pada dada,gagal jantung,atau kematian.

 

Neurosifilis

  • Ciri: Sifilis pada sistem saraf terjadi pada penderita yang tidak diobati,terdapat 3 jenis neurosifilis adalah neurosifilis meningovaskuler,neurosifilis paretik,dan neurosifilis tabetik.

Neurosifilis Meningovaskuler

Gejala:Pusing,sulit,tidur,konsentrasimemburuk,kejang,kelelahan,kurang tenaga,kelainan,mental,kelumpuhan anggota gerak pada separuh badan,gangguan bicara (afasia),pandangan kabur,Pembengkakan saraf mata (papiledema),dan kelainan pupil.

Neurosifilis Paretic

Gejala: Mengalami demensia,sakit kepala,sulit tidur,lelah,mudah tersinggung,kurang kosentrasi,kejang,kesulitan dalam berbicara,kelumpuhan separuh badan,kemunduran dalam kebersihan diri dan kebiasaan berpakaian,depresi,dan penurnan  persepsi.

Neurosifilis Tabetik

Gejala:  rasa raskit di tungkai,hilang keseimbangan,tubuh,mengalami infeksi saluran kemih,impotensi,kejang,terbentuk luka di kaki dan menembus tulangnya,sendi sering mengalami cidera,serta gemetar pada bibir,lidah,tangan dan saluran tubuh penderita.

Bagaimana penanganan sifilis?

Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk penderita sifilis adalah (1) tes penyaringan seperti VDRL (Veneral Disease Research Laboratory) atau RPR (Rapid Plasma Reagin),atau (2) tes antibodi seperti FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption).

  1. Tes Penyaringan

Tes penyaringan mudah dilakukan dan biayanya terjangkau meskipun perlu dilakukan tes ulang karena pada beberapa minggu pertama sifiis primer hasilnya bisa negatif.

  1. Tes Antibodi

Tes antibodi adalah tes yang dilakukan terhadap bakteri penyebab sifilis.Salah satu dari pemeriksaan ini adalah tes FTA-ABS yang digunakan untuk memperkuat hasil tes penyaringan yang positif.Pada fase primer atau sekunder,diagnosis sifilis diambil berdasarkan hasil pemerikasaan mikroskopis terhadap cairan dari luka dikulit atau mulut.Selain itu,bisa juga menggunakan tes antiodi pada sempel darah.

Pengobatan pada penderita sifilis biasanya menggunakan antibiotik penicilin.Jika penderita alergi terhadap penisilin,bisa diberikan doksisiklin atau tetrasiklin per-oral selama 2-4 minggu.Penderita sifilis fase primer atau sekunder bisa menularkan penyakitnya.Oleh karena itu penderita harus menghindari hubungan seksual sampai penderita dan mitra seksualnya telah selesai menjalani pengobatan.Namun,Karena malu banyak penderita yang menjalani pengobatan tanpa konsultasi pada ahlinya sehingga penyakitnya bertambah parah.

Apa yang harus dilakukan untuk menghindari sifilis?

Penyakit Sipilis dan Pencegahan yang  paling efektif tentunya adalah tidak berhubungan langsung dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menukar.Setia pada pasangan dan tidak gonta ganti pasangan adalah lebih baik bagi kehidupan seksual yang sehat.

Posted in Sipilis | Tagged , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Sipilis

Penyakit sifilis biasa disebut dengan raja singa. Sifilis (syphilis) disebabkan oleh kuman atau bakteri yang ada dalam tubuh manusia. Kuman ini menghancurkan kulit di daerah-daerah lemah dengan pola gerakan spiral. Umumnya, kuman ini menular kepada orang lain melalui kontak seksual. Kuman akan masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang sangat besar melalui penis, vagina, dan sebagainya. Dalam kurun waktu 20-90 hari setelah masuknya kuman, gejala awal mulai tampak dalam bentuk luka bernanah. Luka bernanah ini mengeluarkan cairan bening yang berisi jutaan kuman menular.

Dalam keadaan seperti ini, sifilis sangat menular. Masa penularan terkadang sampai 5 tahun sejak awal masuknya kuman. Sejak kuman berkembang biak, penderita sifilis akan menularkannya kepada orang lain. Andaikata pada masa-masa awal terjangkit penyakit ini, terutama ketika muncul gejala luka nanah, penderita sifilis melakukan kontak seksual dengan orang lain, ia akan menularkan penyakit itu kepada pasanganya.

Sekitar 5% luka bernanah juga muncul di tempat selain penis dan vagina. Luka bernanah bisa muncul di dubur atau anus, terutama pada pelaku penyimpangan seksual. Terkadang juga muncul di lidah dan kedua bibir.

Sifilis tergolong penyakit berbahaya. Jika tidak segera didiagnosis dan diobati maka penderitanya akan melalui 3 tahapan, yaitu :

1. Mulai muncul gejala awal berupa luka bernanah, yaitu setelah penderita sifilis bersetubuh dengan pasangan yang sehat lalu hilang gejalanya

2. Luka bernanah muncul dan terus menggejala selama 3-12 bulan, kemudian menghilang. Selama kurun waktu itu, sifilis menular

3. Pada stadium ini kesembuhan sudah tidak bisa diharapkan lagi. Gejalanya semakin beragam dan menakutkan, diantaranya :

a. Air muka penderita mulai berubah

b. Keadaannya memburuk hingga menyebabkan kanker mulut rahim

c. Nyeri dada yang mencekam (angina pectoris)

d. Pengerasan pembuluh nadi (arteriosclerosis)

Cara Mencegah Sipilis

Pencegahan sifilis dilakukan untuk menghindari tertularnya penyakit sifilis. Pencegahan sifilis sebagai penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Karena, hampir semua jenis penyakit menular seksual ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman

Ada beberapa pencegahan sifilis, diantaranya :

- Berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama

- Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual

- Menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang

- Membicarakan secara terbuka mengenai riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan

Posted in Sipilis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Sipilis

Penyakit sifilis disebut juga penyakit raja singa, yaitu penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema pallidum yang berbahaya bagi penderita dan keturunannya. Biasanya, penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual dan ciuman. Gejala awalnya adalah munculnya puru (framboesia tropica : semacam bisul yang berisi cairan penginfeksi) di daerah yang terinfeksi sekitar 6 minggu setelah terpapar.

Enam minggu kemudian, muncul gejala-gejala seperti :

- Sakit kepala
- Demam
- Pembengkakan kelenjar getah bening

Gejala-gejala ini biasanya hilang dalam tempo 3-12 minggu dan penyakit ini memasuki tahap laten (tersembunyi), tetapi tidak ada gejala-gejala luar apapun yang tampak, kemudian menyerang organ bagian dalam. Tahap laten ini dapat berlangsung selama 20-30 tahun. Lalu, penyakit ini memasuki tahap final, sifilis tersier yang dapat berakibat buruk pada tulang, lever dan ginjal.

Pada tahap akhir inilah seluruh tubuh dapat dilihat jelas oleh mata. Terkadang penyakit ini dapat menimbulkan bintik-bintik berwarna hijau pada lidah dan tenggorokan sehingga mempersulit proses pengunyahan makanan.

Penyakit sifilis ini juga dapat menimbulkan :

- Luka bernanah dan berakibat kulit terlihat jelek
- Kelumpuhan
- Gila
- Epilepsi

Kadang kala bakteri penyakit ini juga menyerang tulang dan mengendus di dalam, seperti ulat. Penderita penyakit ini dapat menjadi buta atau tuli jika bakterinya menyerang mata atau telinga. Bahkan, penderita penyakit ini juga dapat mengalami radang paru-paru ketika bakterinya menyerang urat nadi dan pembuluh darah.

Penyakit sifilis atau raja singa ini dapat menular kepada istri. Jika pada istri tidak menimbulkan pengaruh, kemungkinan besar akan menular pada bayi dalam kandungan dan akan melahirkan keturunan yang cacat, bodoh dan terbelakang. Penyakit ini juga dapat menular melalui transfusi darah.

Data dan fakta menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan yang mengidap penyakit berbahaya ini adalah mereka yang sering melakukan hubungan seks bebas atau hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan.

Posted in Sipilis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Sipilis

Sifilis dikenal juga dengan sebutan “raja singa”. Penyakit ini sangat berbahaya. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual atau penggunaan barang-barang dari seseorang yang tertular (seperti baju, handuk, dan jarum suntik). Penyebab timbulnya penyakit ini adalah adanya kuman Treponema pallidum. Kuman ini menyerang organ-organ penting tubuh lainnya, seperti selaput lendir, anus, bibir, lidah dan mulut.

Penularan dan gejala yang terlihat terbagi dalam 3 tingkatan, yaitu :

1. Tingkat Pertama

a. Penularannya sudah terdeteksi sekitar 10-90 hari setelah melakukan hubungan seksual

b. Gejala yang terlihat adalah adanya luka kecil bernanah disertai rasa sakit yang amat sangat, selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yang mengeras di sekitar luka, seperti di lipatan paha.

Pengobatan yang diberikan dokter pada tingkat pertama ini adalah dengan menggunkan antibiotik berdosis tinggi. Jika tidak dilakukan pengobatan, penyakit ini akan masuk ke tingkat kedua.

2. Tingkat Kedua

a. Terjadi sekitar 40 hari setelah masuk pada tingkat pertama

b. Gejala yang terlihat adalah adanya luka-luka kecil berwarna merah di sekitar permukaan kulit, dari kulit kepala hingga telapak tangan dan kaki. Luka-luka ini timbul karena kuman telah menyebar melalui peredaran darah

c. Gejala lainnya adalah keluhan sakit tenggorokan, pusing, lesu, nyeri otot, terjadi kerontokan rambut dan kulit kepala terasa gatal

Pada tingkat kedua, penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya karena kuman-kuman sudah menjalar dan menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak berusaha untuk mengobatinya, dalam waktu 3-4 minggu luka-luka tersebut akan hilang dengan sendirinya, tetapi beberapa tahun kemudian akan memasuki tahap ketiga. Jika pengobatannya dilakukan secara teratur dan tepat, penyembuhannya dapat mencapai hasil yang maksimal.

3. Tingkat Ketiga

a. Terjadi setelah 10-15 tahun kemudian

b. Gejalanya antara lain ditemukannya benjolan pada bagian tubuh yang terserang, pada akhirnya benjolan tersebut melunak dan pecah sehingga mengeluarkan cairan. Bagian tubuh yang terserang akan mengalami kerusakan. Jika kuman mulai menyerang otak, orang yang terserang akan mengalami gangguan kejiwaan atau gila. Jika yang diserang bagian sumsum tulang belakang atau hati, niscaya orang tersebut akan mengalami kelumpuhan, kemunduran kerja jantung, dan kerusakan jaringan susunan saraf, serta masih banyak lagi kerusakan-kerusakan lainnya. Begitu seterusnya, karena kuman-kuman tadi dapat menyerang bagian tubuh manapun tanpa memandang siapa orangnya. Resiko yang paling fatal adalah penyakit ini dapat mengakibatkan kematian.

c. Perempuan yang hamil bisa saja terserang penyakit ini, sehingga bayi yang akan lahir mengalami kelumpuhan fisik dan mental, itu pun jika mereka dapat bertahan hidup. Biasanya, bayi-bayi ini akan meninggal dalam kandungan jika kuman menyerang uterus. Kalaupun bisa lahir, bayi-bayi ini akan meninggal 1 minggu setelah kelahirannya. Sayangnya, obat untuk menyelamatkan para bayi yang terserang penyakit ini sampai sekarang belum ada.

Posted in Sipilis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment