Sipilis

Sipilis adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual (IMS) segolongan dengan gonorea (raja singa), penyakit herpes genital. Yang namanya penyakit infeksi seksual pastinya disebabkan oleh mikororganisme seperti bakteri, virus atau parasit. Untuk kasus sipilis, penyebab sipilis adalah bakteri Treponema pallidum. Bakteri yang berbentuk spiral tersebut ditularkan melalui hubungan seksual atau penularan langsung dari lobus ke janin yang dikandungnya. Bakteri-sipilisbakteri-treponema-pallidumGambar : Bentuk virus sipilis dan bakteri sipilis (treponema paliidum) yang merupakan penyakit kelamin menular.

Sipilis

Sipilis

Penjyakit Sipilis

Pada tahun 1999, WHO memperkirakan terdapat 12 juta orang terinfeksi sipilis setiap tahunnya. Selanjutnya, ditemukan bahwa lebih dari 8% perempuan yang mengidap sipilis termasuk dalam golongan usia reproduksi, sehingga ada risiko penularan ke janin yang dikandungnya (transmisi vertikal). Di seluruh dunia, ada sekitar satu juta ibu hamil dengan sipilis. Sekitar 270.000 bayi lahir dengan sipilis kongenital, 460.000 kehamilan berakhir dengan aborsi atau kematian perinatal (bayi usia 0-27 hari) dan 270.000 bayi lahir prematur dengan berat badan lahir rendah.

Sipilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sipilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus). Sipilis yang merupakan penyakit menular seksual yang ditandai dengan fase aktif dan diikuti dengan fase laten.

Tahapan dalam penyebaran sipilis, adalah :

  1. Masa inkubasi : masa inkubasi terjadi selama 2-6 minggu. Setelah masa itu akan timbul lesi primer disertai dengan pembesaran kelenjar getah bening (Limfadenopati) regional.
  2. Tahap sekunder : ditandai dengan lesi kulit secara general atau menyeluruh dan limfadenopati yang juga general.
  3. Tahap laten : tahap ini terjadi selama beberapa tahun atau dekade.
  4. Tahap tersier : tahap ini terjadi pada 1/3 kasus yang tidak ditangani. Gejala sifilis yang timbul yaitu destruksi kulit, muskuloskelet, dan lesi parenkima, aortitis, dan kelainan saraf.

Klasifikasi Penyebaran Sipilis

Klasifikasi berdasarkan penyebaran sipilis, yaitu :

  1. sipilis didapat (acquired syphilis) : penyebaran yang terjadi akibat kontak seksual langsung, transfusi darah atau kontak dengan jaringan yang terinfeksi.
  2. sipilis congenital (congenital syphilis) : sipilis yang terjadi akibat infeksi Treponema yang berasal dari ibu yang terinfeksi sipilis primer atau sekunder, jarang infeksi laten. Infeksi dapat terjadi pada tahap atau usia kehamilan manapun.

Sipilis yang juga disebabkan oleh suatu spiroketa. Treponema pallidum yang masuk ke dalam tubuh melalui celah kecil pada kulit genitalia eksterna yang terjadi selama hubungan seksual. Setelah spiroketa  masuk, penyakit yang tidak diobati akan berlanjut melalui empat tahap yang berurutan : sipilis primer, sipilis sekunder, laten dan tersiser. Terapi antibiotik pada suatu stadium sebelum tersier dapat mencegah squelae lanjut dan mengancam nyawa dari penyakit. sipilis juga dapat ditularkan dari wanita kepada janinnya pada setiap saat selama kehamilan dengan konsekuensi yang serius.

Pemeriksaan Sipilis

Cara yang bisa dilakukan agar seseorang tahu bahwa ia mengalami infeksi penyakit sifilis maka bagi sebagian masyarakat untuk bisa mengetahui dan mengenali luka akibat penyak sifilis adalah salah satu hal yang agak sulit. Dan apalagi jika lokasi yang terjadi sifatnya bersembunyi. Maka biasanya jika merasa lebih beresiko, Anda bisa datang langsung ke klinik untuk melakukan pemeriksaan dan bisa mendapatkan skrining pada IMS. Metode dari pemeriksaan sifilis adalah dengan menggunakan tes darah untuk melakukan treponema atau juga non-treponema. Yang termasuk ke dalam tes non-trepnonema adalah VDRL atau melakukan RPR. Metode ini baisanya digunakan untuk diagnosia yang terjadi dengan cepat karena sangat mudah untuk dilakukan dan biayanya juga tidak mahal. Namun kelemahan lain, tes ini tidak lebih spesifik untuk kasus penyakit sipilis dan kemungkinan memberikan suatu hail positif yang palsu. Maka untuk mereka dengan hasil non-treponema yang sifatanya positif harus bisa dikonfirmasi dengan menggunakan tes treponema.

Tes treponema ini dilakukan untuk bisa membantu mendeteksi dari antibodi dengan lebih spesifik untuk kasus penyakit sifilis dan bisa bertahan selama seumur hidup walaupun orang tadi sudah mendapatkan pengobatan penyakit sipilis. Jika dengan melakukan tes treponema dan juga menghasilkan suatu hasil yang positif, maka tes treponema ini tetap harus dilakukan untuk bisa menghitung jumah titer. Hal ini sangat dibutuhkan dalam melakukan konfirmasi diagnosis dan untuk membantu menentukan suatu bentuk pengelolaan yang lebih lanjut lagi.

Penyakit sifilis bisa disembuhkan, walaupun kerusakan yang terjadi tidak akan bisa diperbaii lagi dan biasanya akan menimbulkan bekas selama seumur hidup misalnya di dalam darah dan sebagai salah satu antibodi treponema. Penyakiti sipilis primer, sekunder dan juga laten dengan melakukan pemeriksaan awal yang mudah diobati dengan menggunakan suntikan antibodi benxatin penisilin G. Jika penyakit sipilis sudah masuk ke dalam bahaya laten, maka akan dibutuhkan paling tidak 3 kali dengan jangka waktu selama 1 minggu. Dengan menggunakan penisilin, maka bakteri dari sipilis biasanya akan mati segera dan bisa membantu mencegah terjadinya suatu kerusakan di masa selanjutnya.

Untuk mereka yang mempunyai resiko tinggi mengalami penyakit sipilis, maka hendaknya melakukan tes sipilis. Dan salah satuunya adalah untuk ibu hamil populasi seperti LSL, narapidana, dan PSk, orang yang mempunyai masalah perilaku seksual menyimpang dan mempunyai banyak pasangan seksual.

Sipilis

Posted in Sipilis | Tagged , , , , , , , , | Comments Off

Penyakit Sipilis

Penyakit Sipilis atau raja sinaga adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh treponema pallidum.Bakteri Treponema Pallidum masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir,seperti selaput lendir di vagina atau mulut dan melalui kulit.

Cara Penularan Penyakit Sipilis

Penularan sifilis biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti penularan melaui ibu ke anak dalam uterus.

Ketika Treponema Pallidum menginfeksi maka bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat,lalu menyebar keseluruh tubuh melalui aliran darah.Sifilis bisa menginfeksi janin selama dalam kandungan dan menyebabkan cacat bawaan.Seseorang yang pernah terinfeksi oleh sifilis tidak akan menjadi kebal dan bisa terinfeksi kembali.

Penyakit Sipilis

Penyakit Sipilis

Gejala Penyakit Sipilis

Gejala Sifilis dapat dilihat berdasarkan tahapan infeksi Treponema Pallidum menjadi empat fase, yaitu:

1. Fase Primer

Ciri : Terbentuk luka akan muncul sekitar 3-4 minggu setelah infeksi.Luka atau ulkus yag tidak terasa sakit pada tempat terinfeksi,seperti pada penis,vulva,dan  vagina.Ulkus juga ditemui di anus,rektum,bibir,lidah,tenggorokan,leher rahim,dan jari-jari.Ulkus mulai timbul sebagai suatu daerah penonjolan kecil yang dengan segera akan berubah menjadi suatu luka terbuka tanpa disertai rasa sakit.Ulkus tersebut tidak mengelurkan darah,tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan bening yang menular.

2. Fase Sekunder

Ciri: Ruam kulit muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah infeksi.Ruam bisa hilang meskipun tidak diobati,tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam baru dan juga muncul ulkus di mulut.Penderita akan mengalami beberapa peradangan,seperti pelebaran dan pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuhnya,peradangan mata,tulang dan sendi,ginjal,hati,juga selaput otak.

Peradangan mata biasanya tidak menimbulkan gejala,tetapi terjadi pembengkakan saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur.Penyakit Sipilis Penderita juga mengalami peradangan pada tulang dan sendi yang disertai rasa sakit.Peradangan pada ginjal bisa menyebabkan protein masuk kedalam urin. Peradanagan hati bisa menyebabkan penyakit kuning (Jaundice).Adapun peradangan pada selaput otak (Meningitis sifilitik akut) akan menimbulkan gejala seperti menyebabkan sakit kepala,kerontokan,kutulian,tidak enak badan (malaise),kehilangan nafsu makan,mual,lelah,demam dan anemia.

Atau juga bisa dilihat dari segi :

1. Fase Laten

Ciri: Pada fase ini tidak ada Gejala Sifilis sama sekali,seperti sembuh.Berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun,namun bisa muncul kembali yang didukung oleh beberapa faktor,seperti menurunnya sistem imunitas,perilaku seksual yang tidak sehat,pola makan yang tidak teratur,merokok,pola hidup yang tidak bersih,pemaparan ulang bakteri Treponema Pallidum.

2. Fase Tersier

Ciri: Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya,tetapi timbul  berbagai gejala seperti sifilis tersier jinak,sifilis kardiovaskuler dan neurosiilis,

Sifilis tersier jinak

  • Ciri: Adanya gumma (benjolan) diberbagai organ,tetapi yang paling sering adalah pada kaki dibawah lutut,batang tubuh bagian atas wajah,dan kulit kepala.

Sifilis Kardiovaskuler

  • Ciri: Muncul 10-25 tahun setelah infeksi awal,penderita mengalami aneurisme aorta (Kebocoran katup aorta) Sehingga menyebabkan sakit pada dada,gagal jantung,atau kematian.

Neurosifilis

  • Ciri: Sifilis pada sistem saraf terjadi pada penderita yang tidak diobati,terdapat 3 jenis neurosifilis adalah neurosifilis meningovaskuler,neurosifilis paretik,dan neurosifilis tabetik.

Neurosifilis Meningovaskuler

Gejala:Pusing,sulit,tidur,konsentrasimemburuk,kejang,kelelahan,kurang tenaga,kelainan,mental,kelumpuhan anggota gerak pada separuh badan,gangguan bicara (afasia),pandangan kabur,Pembengkakan saraf mata (papiledema),dan kelainan pupil.

Neurosifilis Paretic

Gejala: Mengalami demensia,sakit kepala,sulit tidur,lelah,mudah tersinggung,kurang kosentrasi,kejang,kesulitan dalam berbicara,kelumpuhan separuh badan,kemunduran dalam kebersihan diri dan kebiasaan berpakaian,depresi,dan penurnan  persepsi.

Neurosifilis Tabetik

Gejala:  rasa raskit di tungkai,hilang keseimbangan,tubuh,mengalami infeksi saluran kemih,impotensi,kejang,terbentuk luka di kaki dan menembus tulangnya,sendi sering mengalami cidera,serta gemetar pada bibir,lidah,tangan dan saluran tubuh penderita.

Penanganan Penyakit Sifilis

Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk penderita sifilis adalah (1) tes penyaringan seperti VDRL (Veneral Disease Research Laboratory) atau RPR (Rapid Plasma Reagin),atau (2) tes antibodi seperti FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption).

  1. Tes Penyaringan
    Tes penyaringan mudah dilakukan dan biayanya terjangkau meskipun perlu dilakukan tes ulang karena pada beberapa minggu pertama sifiis primer hasilnya bisa negatif.
  2. Tes Antibodi
    Tes antibodi adalah tes yang dilakukan terhadap bakteri penyebab penyakit sipilis. Salah satu dari pemeriksaan ini adalah tes FTA-ABS yang digunakan untuk memperkuat hasil tes penyaringan yang positif.Pada fase primer atau sekunder,diagnosis sifilis diambil berdasarkan hasil pemerikasaan mikroskopis terhadap cairan dari luka dikulit atau mulut. Selain itu,bisa juga menggunakan tes antiodi pada sempel darah.

Pengobatan pada penderita sifilis biasanya menggunakan antibiotik penicilin.Jika penderita alergi terhadap penisilin,bisa diberikan doksisiklin atau tetrasiklin per-oral selama 2-4 minggu. Penderita sifilis fase primer atau sekunder bisa menularkan penyakitnya.Oleh karena itu penderita harus menghindari hubungan seksual sampai penderita dan mitra seksualnya telah selesai menjalani pengobatan dan saat Anda sedang minum obat sipilis.Namun,Karena malu banyak penderita yang menjalani pengobatan tanpa konsultasi pada ahlinya sehingga penyakitnya bertambah parah.

Menghindari Penyakit Sipilis

Penyakit Sipilis dan Pencegahan yang  paling efektif tentunya adalah tidak berhubungan langsung dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menukar.Setia pada pasangan dan tidak gonta ganti pasangan adalah lebih baik bagi kehidupan seksual yang sehat.

Selain itu cara pencegahan yang bisa dilakukan dan paling efektif adalah dengan melakukan hubungan seksual secara aman. Abstinensia atau sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah adalah salah satu cara yang paling ampuh yang bisa dilakukan. Dan cara lainnya adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan dan juga menggunakan pengaman saat Anda melakukan hubungan seksual. Hal ini seharunya suatu hal yang sudah ditanamkan. Selain itu juga penggunaan dari kondom harus digunakan dengan lebih tepat dan lebih konsisten lagi agar keefektifan dari pencegahan penyakit sipilis bisa lebih tinggi.

Penyakit Sipilis

 

Posted in Sipilis | Tagged , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Sipilis

Cara Mencegah SipilisPenyakit sipilis biasa disebut dengan raja singa. Sifilis (syphilis) disebabkan oleh kuman atau bakteri yang ada dalam tubuh manusia. Kuman ini menghancurkan kulit di daerah-daerah lemah dengan pola gerakan spiral. Umumnya, kuman ini menular kepada orang lain melalui kontak seksual. Kuman akan masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang sangat besar melalui penis, vagina, dan sebagainya. Dalam kurun waktu 20-90 hari setelah masuknya kuman, gejala awal mulai tampak dalam bentuk luka bernanah. Luka bernanah ini mengeluarkan cairan bening yang berisi jutaan kuman menular.

Cara Mencegah Sipilis

Cara Mencegah Sipilis

Penyakit Sipilis

Dalam keadaan seperti ini, sifilis sangat menular. Masa penularan terkadang sampai 5 tahun sejak awal masuknya kuman. Sejak kuman berkembang biak, penderita sifilis akan menularkannya kepada orang lain. Andaikata pada masa-masa awal terjangkit penyakit ini, terutama ketika muncul gejala sifilis luka nanah, penderita sifilis melakukan kontak seksual dengan orang lain, ia akan menularkan penyakit itu kepada pasanganya.

Sekitar 5% luka bernanah juga muncul di tempat selain penis dan vagina. Luka bernanah bisa muncul di dubur atau anus, terutama pada pelaku penyimpangan seksual. Terkadang juga muncul di lidah dan kedua bibir.

Tahapan Penyakit Sipilis

Sifilis tergolong penyakit berbahaya. Jika tidak segera didiagnosis dan diobati maka penderitanya akan melalui 3 tahapan, yaitu :

  1. Mulai muncul gejala awal berupa luka bernanah, yaitu setelah penderita sifilis bersetubuh dengan pasangan yang sehat lalu hilang gejalanya
  2. Luka bernanah muncul dan terus menggejala selama 3-12 bulan, kemudian menghilang. Selama kurun waktu itu, sifilis menular
  3. Pada stadium ini kesembuhan sudah tidak bisa diharapkan lagi. Gejalanya semakin beragam dan menakutkan, diantaranya :
    – Air muka penderita mulai berubah
    – Keadaannya memburuk hingga menyebabkan kanker mulut rahim
    – Nyeri dada yang mencekam (angina pectoris)
  4. Pengerasan pembuluh nadi (arteriosclerosis)

Cara Mencegah Sipilis

Cara Mencegah Sipilis dilakukan untuk menghindari tertularnya penyakit sifilis. Pencegahan sifilis sebagai penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Karena, hampir semua jenis penyakit menular seksual ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman

Ada beberapa Cara Mencegah Sipilis, diantaranya :

  • Berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama
  • Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual
  • Menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Membicarakan secara terbuka mengenai riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan

Cara pemeriksaan dari penyakit sipilis bisa dilakukan dengan memeriksakan luka menggunakan mikroskop yang khusu yang biasanya disebut dengan dark-field microscope. Jika ada suatu bakteri pada sipilis luka, bakteri ini biasanya akan terlihat di mikroskop. Dan cara yang yang lainnya adalah dengan melakukan tes darah. Setelah mengalami infeksi, biasanya tubuh akan menghasilkan suatu antibodi yang bisa dideteksi ke dalam darah. Kadar yang rendah dari antibodi ini akan bertahan di dalam darah paling tidak dalam hitungan bulan atau juga tahun dan bahkan setelah penyakit sipilis sudah sembuh. Hal ini disebabkan karena sipilis akan menginfeksi dan bisa membuat bayi meninggal papda ibu hamil yang sangat dianjurkan untuk melakukan tes darah.

Terdapat suatu hubungan antara penyakit sipilis dengan penyakit HIV. Luka yang muncul di bagian alat kelamin pria yang diakibatkan karena penyakit sipilis ini akan membuat penularan penyakit HIV menjadi lebih mudah. Resiko dalam mengalami HIV biasanya akan mengalami suatu peningkatan sebanyak 2-5 kali lipat. Pada luka di alat kelamin biasanya akan lebih mudah berdarah dan disaat sedang melakukan kontak oral atau rektal selama melakukan hubungan seksual maka hal ini juga akan meningkatkan suatu kemungkinan dari penularan pada penyakit HIV.

Perawatan Penyakit Sipilis

Perawatan pada penyakit sipilis yang bisa dilakukan pada stadium awal adalah dengan pemberian suntikan antibodi misalnya seperti suntikan penisilin yang membantu untuk menghentikan terjadinya penyakit sipilis pada penderita yang mengalami infeksi dalam jangka waktu kurang dari setahun. Selain itu, dosis tambahan yang sangat dibutuhkan pada penderita yang sudah mengalami infeksi selama paling tidak lebih dari setahun. Untuk mereka yang mempunyai masalah pada alergi obat penisilin, maka tersedia antibiotik yang lainnya yang membantu mengobati sipilis.

Antibioti ini akan membantu membunuh bakteri dari penyebab penyakit sipilis dan juga membantu mencegah terjadinya stadium lebih berlanjut lagi. Namun obat ini tidak bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi. Oleh sebab itulah, perawatan yang dilakukan sangat efektif bisa membantu mencegah terjadinya perkembangan pada penyakit spilis. Dan sangat penting untuk mereka yang menderita penyakit sipilis harus melakukan tes darah jika suatu kebiasaan seksual memberikan suatu resiko dalam mengalami penyakit sipilis.

Penderita bisa mengalami penyakit sipilis lagi walaupun sudah pernah sembuh. Hal ini harus diwaspadai. Dan hanya tes lab saja yang mampu mengidentifikasi dari sifilis akibat dari luka yang tersembunyi di dalam penis, vagina, anus dan juga mulut. Selain itu juga penderita sebaiknya harus sadar diri dalam melalkukan pemeriksaan ulang. Berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama dan juga mempunyai pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit sipilis. Selain itu juga dengan menghindari minuman yang mengandung alkohol dan jenis obat-obatan yang berbahaya bisa membantu mencegah terjadinya penyebaran pada penyakit sipilis akibat dari aktivitas tadi meningkatkan resiko penyakit sipilis.

Cara Mencegah Sipilis

Posted in Sipilis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Sipilis

Komplikasi Sipilis – Penyakit sifilis disebut juga penyakit raja singa, yaitu penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema pallidum yang berbahaya bagi penderita dan keturunannya. Biasanya, penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual dan ciuman. Gejala awalnya adalah munculnya puru (framboesia tropica : semacam bisul yang berisi cairan penginfeksi) di daerah yang terinfeksi sekitar 6 minggu setelah terpapar.

Komplikasi Sipilis

Komplikasi Sipilis

Gejala Sifilis

Enam minggu kemudian, muncul gejala sifilis seperti :

  1. Sakit kepala
  2. Demam
  3. Pembengkakan kelenjar getah bening

Gejala-gejala ini biasanya hilang dalam tempo 3-12 minggu dan penyakit ini memasuki tahap laten (tersembunyi), tetapi tidak ada gejala-gejala luar apapun yang tampak, kemudian menyerang organ bagian dalam. Tahap laten ini dapat berlangsung selama 20-30 tahun. Lalu, penyakit ini memasuki tahap final, sifilis tersier yang dapat berakibat buruk pada tulang, lever dan ginjal.

Pada tahap akhir inilah seluruh tubuh dapat dilihat jelas oleh mata. Terkadang penyakit ini dapat menimbulkan bintik-bintik berwarna hijau pada lidah dan tenggorokan sehingga mempersulit proses pengunyahan makanan.

Penyakit sifilis ini juga dapat menimbulkan :

  1. Luka bernanah dan berakibat kulit terlihat jelek
  2. Kelumpuhan
  3. Gila
  4. Epilepsi

Kadang kala bakteri penyakit ini juga menyerang tulang dan mengendus di dalam, seperti ulat. Penderita penyakit ini dapat menjadi buta atau tuli jika bakterinya menyerang mata atau telinga. Bahkan, penderita penyakit ini juga dapat mengalami radang paru-paru ketika bakterinya menyerang urat nadi dan pembuluh darah.

Penyakit sifilis atau raja singa ini dapat menular kepada istri. Jika pada istri tidak menimbulkan pengaruh, kemungkinan besar akan menular pada bayi dalam kandungan dan akan melahirkan keturunan yang cacat, bodoh dan terbelakang. Penyakit ini juga dapat menular melalui transfusi darah.

Data dan fakta menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan yang mengidap penyakit berbahaya ini adalah mereka yang sering melakukan hubungan seks bebas atau hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan.

Komplikasi Sipilis

Komplikasi yang terjadi akibat penyakit sipilis tergantung dari tahap-tahapnya. Beberapa tahapan dari komplikasi sipilis adalah :

  1. Tahap 1
    Biasanya Lymphadenitis akan muncul setelah 1 minggu berlalu semenjak infeksi pada pria dan biasanya akan mengalami edema yang lebih luas lagi terjadi di glands penis. Edema yang mengalami perluasan ini dan ulserasi yang terjadi pada labia mayor wanita.
  2. Tahap 2
    Komplikasi pada tahap 2 ini muncul kandiloma lata asah, pipih yang menyebar pada infeksi sampai menuju ke SSP mata dan juga visera
  3. Tahap 3
    Komplikasi sipilis pada tahap ini akan mengakibatkan terjadinya penyakit stroke yang sangat fatal, paraestaesia dan juga perubahan pada keripbadian penderita.

Pemeriksaan Sipilis

Jika Anda sudah terlanjur menderita penyakit sipilis, maka Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan bahwa Anda benar mengalami penyakit sipilis. Dan jika sudah didiagnosa, maka sebaiknya Anda jangan melakukan hubungan seksual walaupun dengan menggunakan kondom sampai seluruh jadwal pengobatan selesai. Penyakit sipilis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang sifatnya sangat menular, dan paling utama adalah di tahapan pertama serta kedua. Dalam melakukan pemeriksaan untuk mengenai penyakit infeksi menular seksual misalnya adalah seperti jamur chlamydia, penyakit gonore dan penyakit HIV dalam waktu yang sama adalah salah satu ide yang sangat baik. Jika Anda mengidap penyakit sipilis maka semua pasangan seks Anda juga harus melakukan pemeriksaan. Hal ini juga harus dilakukan dengan hati-hati dan juga menghormati untuk kerahasian semua penderita.

Cara Mengobati Sipilis

Cara mengobati penyakit sipilis dilakukan dengan menggunakan obat penicilin dan pemberian antibiotik yang lain. Anda harus minum obat sipilis ini semuanya dan harus datang teratur pada setiap jadwal kunjungan dokter. Setelah melakukan pengobatan, maka Anda membutuhkan suatu pemeriksaan darah untuk memastikan Anda sudah sembuh total.

Cara mengurangi resiko komplikasi sipilis adalah dengan melakukan beberapa cara dibawah ini :

  1. Menggunakan kondom saat sedang melakukan hubungan seksual, dan gigi serta pelumas yang berbahan dasar air. Kondom adalah satau cara cara yang paling baik untuk bisa membantu melindungi Anda dan pasangan dari penyakit sipilis dan juga infeksi dari penyakit menular seksual yang lain. Sebaiknya selalu menggunakan kondom sampai Anda yakni bahwa Anda dan pasangan Anda sudah sembuh.
  2. Menerapkan hubungan seksual yang sehat dalam jangka waktu panjang Anda dan pasangan Anda melakukan upaya untuk menghindari terjadinya infeksi dan selain itu juga Anda atau pasangan Anda sebaiknya jangan bergonta ganti pasangan.
  3. Membatasi pasangan seksual Anda. Karena semakins edikit orang yang melakukan hubungan seksual dengan Anda akan sedikit kemungkinan juga Anda bisa mengalami suatu penularan pada penyakit seksual.
  4. Melakukan pemeriksaan penyakit infeksi menular seksual yang harus dilakukan secara teratur dan secara rutin.

Penyakit infeksi menular merupakan salah satu hal yang dianggap sebagai momok, namun hal yang harus dilakukan adalah bahwa pasangan seksual Anda harus tahu bahwa Anda mengalami penyakit infeksi menular seksual. Sebaiknya melakukan diskusi disaat Anda sedang merasa rileks dan sedang merasa percaya diir. Sebaiknya jangan melakukannya disaat Anda akan melakukan hubungan seksual. Pasangan anda biasanya akan menghargai kejujuran Anda bahwa Anda tidak akan mau menulari penyakit tersebut kepadanya. Anda juga punya hal untuk mengetahui bahwa dia juga mempunyai resiko terinfeksi.

Komplikasi Sipilis

Posted in Sipilis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Sipilis

Gejala Sipilis – Penyakit Sipilis dikenal juga dengan sebutan “raja singa”. Penyakit ini sangat berbahaya. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual atau penggunaan barang-barang dari seseorang yang tertular (seperti baju, handuk, dan jarum suntik). Penyebab timbulnya penyakit ini adalah adanya kuman Treponema pallidum. Kuman ini menyerang organ-organ penting tubuh lainnya, seperti selaput lendir, anus, bibir, lidah dan mulut.

Gejala Sipilis

Gejala Sipilis

Penularan Penyakit Sipilis

Penularan dan Gejala Sipilis yang terlihat terbagi dalam 3 tingkatan, yaitu:

1. Tingkat Pertama

  • Penularannya sudah terdeteksi sekitar 10-90 hari setelah melakukan hubungan seksual
  • Gejala Sipilis yang terlihat adalah adanya luka kecil bernanah disertai rasa sakit yang amat sangat, selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yang mengeras di sekitar luka, seperti di lipatan paha.
  • Pengobatan yang diberikan dokter pada tingkat pertama ini adalah dengan menggunkan antibiotik berdosis tinggi. Jika tidak dilakukan pengobatan, penyakit ini akan masuk ke tingkat kedua.

2. Tingkat Kedua

  • Terjadi sekitar 40 hari setelah masuk pada tingkat pertama
  • Gejala Sipilis yang terlihat adalah adanya luka-luka kecil berwarna merah di sekitar permukaan kulit, dari kulit kepala hingga telapak tangan dan kaki. Luka-luka ini timbul karena kuman telah menyebar melalui peredaran darah
  • Gejala lainnya adalah keluhan sakit tenggorokan, pusing, lesu, nyeri otot, terjadi kerontokan rambut dan kulit kepala terasa gatal

Pada tingkat kedua, penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya karena kuman-kuman sudah menjalar dan menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak berusaha untuk mengobatinya, dalam waktu 3-4 minggu luka-luka tersebut akan hilang dengan sendirinya, tetapi beberapa tahun kemudian akan memasuki tahap ketiga. Jika pengobatannya dilakukan secara teratur dan tepat, penyembuhannya dapat mencapai hasil yang maksimal.

3. Tingkat Ketiga

  • Terjadi setelah 10-15 tahun kemudian
  • Gejalanya antara lain ditemukannya benjolan pada bagian tubuh yang terserang, pada akhirnya benjolan tersebut melunak dan pecah sehingga mengeluarkan cairan. Bagian tubuh yang terserang akan mengalami kerusakan. Jika kuman mulai menyerang otak, orang yang terserang akan mengalami gangguan kejiwaan atau gila. Jika yang diserang bagian sumsum tulang belakang atau hati, niscaya orang tersebut akan mengalami kelumpuhan, kemunduran kerja jantung, dan kerusakan jaringan susunan saraf, serta masih banyak lagi kerusakan-kerusakan lainnya. Begitu seterusnya, karena kuman-kuman tadi dapat menyerang bagian tubuh manapun tanpa memandang siapa orangnya. Resiko yang paling fatal adalah penyakit ini dapat mengakibatkan kematian.
  • Perempuan yang hamil bisa saja terserang penyakit ini, sehingga bayi yang akan lahir mengalami kelumpuhan fisik dan mental, itu pun jika mereka dapat bertahan hidup. Biasanya, bayi-bayi ini akan meninggal dalam kandungan jika kuman menyerang uterus. Kalaupun bisa lahir, bayi-bayi ini akan meninggal 1 minggu setelah kelahirannya. Sayangnya, obat untuk menyelamatkan para bayi yang terserang penyakit ini sampai sekarang belum ada.

Penyakit sifilis merupakan salah satu jenis penyakit infeksi menular seksual yang diakibatkan karena bakteri Treponema pallidum. Setelah tubuh mengalami infeksi dari serangan bakteri jenis ini biasanya tubuh membutuhkan waktu sekitar 3 minggu atau 21 hari untuk memunculkan suatu gejala sipilis. Namun ada juga pada beberapa kasus yang biasanya gejalanya akan muncul dalam waktu 10-90 hari setelah masa infeksi pertama terjadu. Cara penularan dari penyakit sipilis adalah lewat kontak langsung pada luka sipilis. Bentuk dari luka ini lebih mirip seperti sariawan namun terletak pada alat kelamin, vagina, anus dan juga pada rektum. Selain itu juga luka pada sipilis bisa juga timbul di bibir dan mulut. Oleh sebab itulah, penularan bisa saja terjadi akibat dari kontak seksual dengan vaginal, anal dan juga oral. Bukan hanya itu saja, penyakit sipilis juga bisa ditularkan dari ibu hamil ke janin.

Resiko Penyakit Sipilis

Yang menjadi masalah dari penyakit sipilis ini adalah orang yang menderita penyakit sipilis kadang suka tidak sadar bahwa ia sedang mengalami infeksi sipilis. Hal ini disebabkan karena di dunia kedokter, penyakit sifilis disebut dengan The Great Pretender atau sebagai Penyamar yang hebat. Hal ini dikarenakan gejala sipilis yang muncul misalnya seperti luka lebih mirip seperti gejala penyakit lain. Selain itu juga sipilis juga biasanya akan mengikuti suatu pola progres dari fase awalnya dalam bentuk infeksi menuju ke fase yang bisa berlangsung selam bertahun-tahun.

Hal yang sangat penting dilakukan pada penderita penyakit sipilis adalah bahwa pasangan Anda dan Anda harus membicarakan mengenai hal ini atau mengenai status dari penyakit HIV sehingga langkah pencegahan yang bisa dilakukan bisa lebih cepat. Luka yang muncul dii alat penis dan juga vagina wanita biasanya harus dilindungi dengan pemakaia kondom saat melakukan hubungan seksual. Penggunaan kondom berbahan lateks yang sangat benar dan baik serta konsisten akan membantu menurunkan resiko dari terjadinya penularan penyakit sipilis. Selain itu, penyakit sipilis juga merupakan salah satu penyakit menular seksual yang lain jika daerah yang terinfeksi sudah terlindungi.

Penggunaan dari kondom yang mengandung spermicides biasanya tidak lebih efektif dibandingkan kondom yang biasa untuk membantu melindungi diri dari penyakit infeksi menular seksual yang tidak bisa dicegah hanya dengan membasuh daerah organ vital setelah melakukan hubungan seksual. Adanya bentuk luka yang tidak biasa yang paling utama muncul di bagian selangkangan adalah satu tanda yang serius untuk melakukan hubungan seksual yang harus dihentikan.

Gejala Sipilis

Posted in Sipilis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment