Cara Mencegah Sipilis

Penyakit sifilis biasa disebut dengan raja singa. Sifilis (syphilis) disebabkan oleh kuman atau bakteri yang ada dalam tubuh manusia. Kuman ini menghancurkan kulit di daerah-daerah lemah dengan pola gerakan spiral. Umumnya, kuman ini menular kepada orang lain melalui kontak seksual. Kuman akan masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang sangat besar melalui penis, vagina, dan sebagainya. Dalam kurun waktu 20-90 hari setelah masuknya kuman, gejala awal mulai tampak dalam bentuk luka bernanah. Luka bernanah ini mengeluarkan cairan bening yang berisi jutaan kuman menular.

Dalam keadaan seperti ini, sifilis sangat menular. Masa penularan terkadang sampai 5 tahun sejak awal masuknya kuman. Sejak kuman berkembang biak, penderita sifilis akan menularkannya kepada orang lain. Andaikata pada masa-masa awal terjangkit penyakit ini, terutama ketika muncul gejala luka nanah, penderita sifilis melakukan kontak seksual dengan orang lain, ia akan menularkan penyakit itu kepada pasanganya.

Sekitar 5% luka bernanah juga muncul di tempat selain penis dan vagina. Luka bernanah bisa muncul di dubur atau anus, terutama pada pelaku penyimpangan seksual. Terkadang juga muncul di lidah dan kedua bibir.

Sifilis tergolong penyakit berbahaya. Jika tidak segera didiagnosis dan diobati maka penderitanya akan melalui 3 tahapan, yaitu :

1. Mulai muncul gejala awal berupa luka bernanah, yaitu setelah penderita sifilis bersetubuh dengan pasangan yang sehat lalu hilang gejalanya

2. Luka bernanah muncul dan terus menggejala selama 3-12 bulan, kemudian menghilang. Selama kurun waktu itu, sifilis menular

3. Pada stadium ini kesembuhan sudah tidak bisa diharapkan lagi. Gejalanya semakin beragam dan menakutkan, diantaranya :

a. Air muka penderita mulai berubah

b. Keadaannya memburuk hingga menyebabkan kanker mulut rahim

c. Nyeri dada yang mencekam (angina pectoris)

d. Pengerasan pembuluh nadi (arteriosclerosis)

Cara Mencegah Sipilis

Pencegahan sifilis dilakukan untuk menghindari tertularnya penyakit sifilis. Pencegahan sifilis sebagai penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Karena, hampir semua jenis penyakit menular seksual ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman

Ada beberapa pencegahan sifilis, diantaranya :

- Berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama

- Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual

- Menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang

- Membicarakan secara terbuka mengenai riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan

Komplikasi Sipilis

Penyakit sifilis disebut juga penyakit raja singa, yaitu penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema pallidum yang berbahaya bagi penderita dan keturunannya. Biasanya, penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual dan ciuman. Gejala awalnya adalah munculnya puru (framboesia tropica : semacam bisul yang berisi cairan penginfeksi) di daerah yang terinfeksi sekitar 6 minggu setelah terpapar.

Enam minggu kemudian, muncul gejala-gejala seperti :

- Sakit kepala
- Demam
- Pembengkakan kelenjar getah bening

Gejala-gejala ini biasanya hilang dalam tempo 3-12 minggu dan penyakit ini memasuki tahap laten (tersembunyi), tetapi tidak ada gejala-gejala luar apapun yang tampak, kemudian menyerang organ bagian dalam. Tahap laten ini dapat berlangsung selama 20-30 tahun. Lalu, penyakit ini memasuki tahap final, sifilis tersier yang dapat berakibat buruk pada tulang, lever dan ginjal.

Pada tahap akhir inilah seluruh tubuh dapat dilihat jelas oleh mata. Terkadang penyakit ini dapat menimbulkan bintik-bintik berwarna hijau pada lidah dan tenggorokan sehingga mempersulit proses pengunyahan makanan.

Penyakit sifilis ini juga dapat menimbulkan :

- Luka bernanah dan berakibat kulit terlihat jelek
- Kelumpuhan
- Gila
- Epilepsi

Kadang kala bakteri penyakit ini juga menyerang tulang dan mengendus di dalam, seperti ulat. Penderita penyakit ini dapat menjadi buta atau tuli jika bakterinya menyerang mata atau telinga. Bahkan, penderita penyakit ini juga dapat mengalami radang paru-paru ketika bakterinya menyerang urat nadi dan pembuluh darah.

Penyakit sifilis atau raja singa ini dapat menular kepada istri. Jika pada istri tidak menimbulkan pengaruh, kemungkinan besar akan menular pada bayi dalam kandungan dan akan melahirkan keturunan yang cacat, bodoh dan terbelakang. Penyakit ini juga dapat menular melalui transfusi darah.

Data dan fakta menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan yang mengidap penyakit berbahaya ini adalah mereka yang sering melakukan hubungan seks bebas atau hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan.

Gejala Sipilis

Sifilis dikenal juga dengan sebutan “raja singa”. Penyakit ini sangat berbahaya. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual atau penggunaan barang-barang dari seseorang yang tertular (seperti baju, handuk, dan jarum suntik). Penyebab timbulnya penyakit ini adalah adanya kuman Treponema pallidum. Kuman ini menyerang organ-organ penting tubuh lainnya, seperti selaput lendir, anus, bibir, lidah dan mulut.

Penularan dan gejala yang terlihat terbagi dalam 3 tingkatan, yaitu :

1. Tingkat Pertama

a. Penularannya sudah terdeteksi sekitar 10-90 hari setelah melakukan hubungan seksual

b. Gejala yang terlihat adalah adanya luka kecil bernanah disertai rasa sakit yang amat sangat, selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yang mengeras di sekitar luka, seperti di lipatan paha.

Pengobatan yang diberikan dokter pada tingkat pertama ini adalah dengan menggunkan antibiotik berdosis tinggi. Jika tidak dilakukan pengobatan, penyakit ini akan masuk ke tingkat kedua.

2. Tingkat Kedua

a. Terjadi sekitar 40 hari setelah masuk pada tingkat pertama

b. Gejala yang terlihat adalah adanya luka-luka kecil berwarna merah di sekitar permukaan kulit, dari kulit kepala hingga telapak tangan dan kaki. Luka-luka ini timbul karena kuman telah menyebar melalui peredaran darah

c. Gejala lainnya adalah keluhan sakit tenggorokan, pusing, lesu, nyeri otot, terjadi kerontokan rambut dan kulit kepala terasa gatal

Pada tingkat kedua, penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya karena kuman-kuman sudah menjalar dan menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak berusaha untuk mengobatinya, dalam waktu 3-4 minggu luka-luka tersebut akan hilang dengan sendirinya, tetapi beberapa tahun kemudian akan memasuki tahap ketiga. Jika pengobatannya dilakukan secara teratur dan tepat, penyembuhannya dapat mencapai hasil yang maksimal.

3. Tingkat Ketiga

a. Terjadi setelah 10-15 tahun kemudian

b. Gejalanya antara lain ditemukannya benjolan pada bagian tubuh yang terserang, pada akhirnya benjolan tersebut melunak dan pecah sehingga mengeluarkan cairan. Bagian tubuh yang terserang akan mengalami kerusakan. Jika kuman mulai menyerang otak, orang yang terserang akan mengalami gangguan kejiwaan atau gila. Jika yang diserang bagian sumsum tulang belakang atau hati, niscaya orang tersebut akan mengalami kelumpuhan, kemunduran kerja jantung, dan kerusakan jaringan susunan saraf, serta masih banyak lagi kerusakan-kerusakan lainnya. Begitu seterusnya, karena kuman-kuman tadi dapat menyerang bagian tubuh manapun tanpa memandang siapa orangnya. Resiko yang paling fatal adalah penyakit ini dapat mengakibatkan kematian.

c. Perempuan yang hamil bisa saja terserang penyakit ini, sehingga bayi yang akan lahir mengalami kelumpuhan fisik dan mental, itu pun jika mereka dapat bertahan hidup. Biasanya, bayi-bayi ini akan meninggal dalam kandungan jika kuman menyerang uterus. Kalaupun bisa lahir, bayi-bayi ini akan meninggal 1 minggu setelah kelahirannya. Sayangnya, obat untuk menyelamatkan para bayi yang terserang penyakit ini sampai sekarang belum ada.