Categories
PENYAKIT KELAMIN

Berapa Lama Munculnya Penularan Gonore Setelah Berhubungan Intim?

Penularan gonore pada orang dewasa terjadi melalui hubungan seksual secara langsung tanpa menggunakan pengaman. Juga dikarenakan hubungan seksual secara bebas berganti-ganti pasangan, homoseksual, heteroseksual, berhubungan seksual dengan pengidap HIV dan sebagainya. Paling berpotensi menularkan penyakit adalah waria atau gay dan pekerja seks komersial. Namun praktek seperti ini tetap saja ramai.

Masyakarat kurang peduli terhadap bahaya kesehatan yang mengancam karena tertular penyakit kelamin. Sebab saat ini sudah semakin mudah menemukan obat antibiotik untuk menyembuhkan infeksi penyakit kelamin menular. Namun pengetahuan mengenai karakteristik penyakit kelamin tetap diperlukan agar dapat mengenali gejala yang muncul dan menghindari penularan kepada orang lain terutama pasangan sah.

Kemunculan Gejala setelah Penularan Gonore pada Wanita

Penularan gonore pada wanita juga umum terjadi melalui hubungan seksual dengan pasangan yang mengidap gonore. Bagian tubuh yang terinfeksi sesuai kontak seksual apakah secara vaginal, anal atau oral. Sperma pasangan yang mengidap gonore mengandung bakteri aktif yang siap menginfeksi area vagina, anus maupun mulut. Namun gejala penularan tidak langsung terlihat.

Wanita yang tertular gonore dari pasangan seksualnya akan merasakan munculnya gejala pada 10 hari setelah hubungan seksual. Adapun yang baru merasakan gejala setelah beberapa bulan. Dan tidak semua wanita menyadari bahwa dirinya tertular gonore dari aktifitas seksual yang pernah dilakukanya. Karena tidak dirasakan nyeri atau gatal berarti dan mengganggu aktifitas.

Gejala yang mengindikasikan tertular gonore ditandai dengan keluarnya cairan putih kental, kuning atau kehijauan dari vagina. Gejala ini tidak disadari wanita karena mirip dengan keputihan hanya jumlahnya lebih banyak dari biasanya. Perdarahan berlebih ketika menstruasi juga bisa menjadi indikasi tertular bakteri penyebab penyakit gonore meskipun tidak dirasakan nyeri atau sakit.

Untuk mengetahui secara pasti apakah keputihan dan perdarahan menstruasi normal atau karena infeksi penyakit kelamin perlu dilakukan pemeriksaan. Karena dalam kondisi seperti ini seorang wanita dapat menularkan bakteri penyebab gonore kepada pasangan seksualnya. Dari luar tampak sehat tanpa keluhan namun di dalam tubuh bakteri Neisseria gonorrhoeae berkembangbiak aktif dan menginfeksi.

Olamix Mencegah Penularan Gonore
Olamix Mencegah Penularan Gonore

Kemunculan Gejala setelah Penularan Gonore pada Pria

Penularan gonore pada pria lebih banyak terjadi. Faktor yang paling banyak berpengaruh adalah hubungan seksual sesama jenis melalui anal maupun oral. Kaum waria merupakan pasien sekaligus karier terbanyak penyakit menular seksual. Jadi tak heran jika pria lebih banyak mengidap gonore daripada wanita. Karena kebiasaan perilaku homoseksual yang secara aktif dilakukan.

Hubungan seksual dengan lawan jenis yang membawa faktor penyebab penyakit juga secara otomatis menularkan bakteri gonore. Meskipun gejala penyakit tidak langsung tampak setelah melakukan hubungan seksual. Gejala pada pria akan muncul pada 2-14 hari setelah terjadi penularan. Namun ada yang tidak muncul gejala selama beberapa bulan karena kondisi badan sehat.

Sebelum kemunculan gejala tersebut di dalam tubuh sudah terinfeksi bakteri sehingga jika yang bersangkutan melakukan hubungan seksual dengan orang sehat secara otomatis akan menularkan penyakit. Hal ini umumnya tidak disadari oleh pasien sendiri. Apalagi tidak ada gejala kelainan dan keluhan apapun dalam tubuh dan area genital pada saat berhubungan seksual.

Penularan juga terjadi secara langsung ketika muncul gejala. Mengindikasikan aktifitas bakteri semakin pesat. Cairan yang keluar melalui alat kelamin pria mengandung bakteri yang siap menginfeksi ketika terjadi hubungan seksual baik baik melalui vaginal, anal maupun oral. Bahkan sebelum terjadi ejakulasi, bakteri dapat berpindah dari cairan sebelum ejakulasi ke tubuh pasangan.

Penanganan setelah Terjadi Penularan Gonore

Jika mencurigai tubuh terpapar gonore maka lakukan skrinning sedini mungkin. Pemeriksaan atau skrinning ini bisa dilakukan melalui laboratorium atau rumah sakit. Untuk memastikan kondisi kesehatan dan memastikan ada atau tidaknya bakteri penyebab penyakit kelamin. Lebih cepat terdeteksi lebih mudah pengobatannya. Tingkat kesembuhan bisa mencapai 100% tanpa resiko kambuh dikemudian hari.

Pengobatan tidak harus dilakukan memalui metode medis. Pasien bisa melakukan pengobatan sendiri dengan mengkonsumsi antibiotik. Pastikan dulu seberapa berat gejala yang dialami sehingga bisa menentukan dosis obat yang tepat. Olamix adalah salah satu obat antibiotik yang dapat menyembuhkan penyakit kelamin menular dalam waktu 3-4 hari, tingkat kesembuhannya bisa mencapai 100%.

Terdapat 2 type obat yaitu Olamix type A dan type B yang masing-masing memiliki kelebihan. Olamix type A memiliki tingkat efektifitas lebih tinggi dalam menyembuhkan penyakit lebih cepat dan menghilangkan bakteri penyebabnya secara permanen meskipun harganya lebih mahal. Obat ini bisa dibeli secara online melalui shopee dengan kata kunci Olamix.

Selama menjalani pengobatan pasien akan mendapat pendampingan dan konsultasi gratis dari tim Olamix sehingga perkembangan penyakit tetap dapat terukur. Sama halnya pengobatan secara medis. Obat harus diminum habis sesuai aturan untuk menghindari resistensi. Penting untuk tidak melakukan hubungan seksual sampai dinyatakan benar-benar bersih dari bakteri untuk menghindari penularan gonore kembali.

Categories
PENYAKIT KELAMIN

Bagaimana Jika Orang Yang Terkena Penularan Gonore Melakukan Hubungan Sex?

Penularan gonore semakin meluas dan tidak terkendali seiring dengan perkembangan gaya hidup masyarakat dan anak muda khususnya. Penyakit yang sudah umum di masyarakat ini memang bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi obat antibiotik secara rutin. Hal ini menyebabkan bahaya penyakit kelamin sering diabaikan. Perilaku seks bebas dan praktek prostitusi tidak dapat dihilangkan.

Gonore bisa menular kepada siapa saja melalui hubungan seksual. Termasuk pada anak usia remaja dan sekolah. Gaya pacaran dan pergaulan kebablasan sangat rentan terhadap resiko penularan penyakit kelamin. Kurangnya edukasi seksual sejak dini dan pengetahuan mengenai bahaya kesehatan dari seks bebas ikut andil dalam penyebaran penyakit menular seksual di masyarakat.

Resiko Penularan Gonore dari Hubungan Seksual

Apabila seorang pengidap gonore melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan sehat maka bisa dipastikan pasangannya tertular gonore. Penularan gonore terjadi melalui penetrasi yang dilakukan secara vaginal, anal maupun oral. Baik hubungan seksual dengan sesama maupun lawan jenis. Cairan pada saat sebelum ejakulasi dapat menularkan bakteri, begitu juga ketika ejakulasi.

Pada pria, bakteri Neisseria gonorrhoeae hidup dalam saluran reproduksi dan menginfeksi testis. Sehingga sperma yang keluar dari dalam tubuhnya sudah mengandung bakteri. Jika hubungan seksual dilakukan secara vaginal, bakteri akan masuk ke dalam vagina dan berkembangbiak. Begitu juga pada anal dan oral sex. Bakteri masuk ke dalam anus atau mulut.

Begitu juga pada pasien wanita, bakteri hidup di dalam mulut rahim dan bibir vagina. Pada saat terjadi penetrasi, bakteri bergerak aktif menuju penis dan masuk melalui aliran darah. Lapisan mukosa yang terdapat pada vagina, anus dan mulut adalah lingkungan hidup ideal bakteri. Di lingkungan ini bakteri membentuk koloni dan menginfeksi.

Pasien yang melakukan hubungan seksual umumnya merasakan ketidaknyamanan seperti nyeri atau rasa terbakar. Jika hubungan seksual dilakukan secara oral, pasien akan merasakan nyeri di tenggorokan. Wanita pengidap gonore akan merasakan nyeri di area vagina ketika penetrasi. Hal ini disebabkan adanya luka akibat infeksi dari bakteri penyebab gonore pada area tersebut.

Ejakulasi yang terjadi juga menyebabkan nyeri dan rasa terbakar pada penis. Disebabkan adanya luka pada area testis akibat infeksi bakteri yang membentuk koloni. Selain itu umumnya menimbulkan bau tak sedap pada area kelamin pria tersebut. Meskipun rasa nyeri jarang disadari pasien namun keluarnya sperma menunjukkan warna dan kekentalan tidak normal.

Olamix Mencegah Penularan Gonore
Olamix Mencegah Penularan Gonore

Pengobatan Gonore Paling Efektif

Penularan gonore akan terus terjadi selama masih dilakukan hubungan seksual secara aktif yang beresiko. Bahkan selama masa pengobatan, gonore tetap dapat kembali menginfeksi tubuh pasien jika tidak menghindari hubungan seksual. Sebelum dinyatakan benar-benar sembuh sebaiknya tidak berhubungan seksual dengan siapapun. Setelah sembuh hendaknya membatasi pasangan seksual dan pastikan pasangan sehat.

Ketika tubuh terpapar bakteri penyebab gonore maka segera lakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. Bisa secara medis melalui dokter atau secara mandiri menggunakan obat antibiotik. Olamix adalah antibiotik yang dapat menyembuhkan penyakit kelamin dalam waktu 3-4 hari. Terdapat 2 type obat yaitu type A dan type B, masing-masing memiliki kelebihan.

Olamix type A lebih efektif menyembuhkan gejala gonore lebih cepat sekaligus menghilangkan bakteri penyebabnya secara permanen, meskipun harganya lebih mahal dibanding type B. Obat ini bisa didapatkan melalui shopee dengan kata kunci Olamix. Pasien akan mendapatkan pendampingan dan konsultasi gratis dari tim Olamix selama pengobatan sehingga lebih tenang dan termotivasi.

Pengobatan metode apapun akan efektif dan cepat selesai jika didukung pola hidup sehat dan bersih terutama selama masih menjalani masa pengobatan. Konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin olahraga, minum obat secara teratur sampai habis dan menghindari hubungan seksual dengan siapapun termasuk pasangan sah. Sehingga meminimalisir penularan kembali bakteri penyebab kencing nanah.

Pencegahan Penularan Gonore

Penularan gonore dapat dicegah sedini mungkin dengan tetap menjaga kebersihan diri sendiri, lingkungan dan pergaulan. Merawat organ intim supaya tetap bersih dan sehat. Tidak menggunakan sex toys apalagi bergantian dengan orang lain. Tidak melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Menghindari perilaku sex bebas, berganti-ganti pasangan, homoseksual, biseksual, heteroseksual dan sebagainya.

Membatasi pergaulan dan kehidupan malam. Bijak memilih komunitas positif untuk mendukung produktifitas. Sehingga terhindar dari kebiasaan yang membahayakn kesehatan misalnya konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang. Bijak memilih teman, usahakan bergaul dengan orang-orang sehat secara jasmani dan rohani. Mendekatkan diri pada agama dan keluarga sehingga terhindar dari pengaruh buruk lingkungan luar.

Terapkan pola hidup sehat setiap hari. Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk membantu menjaga kesehatan metabolism tubuh dan mempercepat penyerapan nutrisi. Cukup minum air putih dan istirahat teratur. Rutin berolahraga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh (imunitas) terhadap resiko paparan bakteri penyebab penyakit termasuk penularan gonore dan infeksi menular seksual lainnya.

Categories
PENYAKIT KELAMIN

Bagaimana Cara Penularan Gonore Pada Wanita Dan Bayi?

Penularan gonore paling banyak terjadi adalah melalui hubungan seksual yang tidak aman. Paling beresiko terpapar penyakit ini adalah orang yang aktif melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom, homoseksual, heteroseksual, dan berganti-ganti pasangan. Homoseksual paling rentan menularkan penyakit gonore melalui anal seks. Dengan jumlah pasien gonore paling banyak adalah kaum waria.

Praktek prostitusi baik sesama jenis atau lawan jenis juga sangat berpotensi menularkan bakteri penyebab gonore. Namun pada kenyataannya praktes seperti ini tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan masyarakat. Transaksi bahkan bisa dilakukan secara online menggunakan media sosial. Semakin hari semakin banyak pelaku bisnis prostitusi terselubung yang memperkerjakan anak di bawah umur.

Kebutuhan ekonomi sering dijadikan alasan praktek jual beli jasa seksual ini. Tanpa mempedulikan bahaya kesehatan dan komplikasinya dalam jangka panjang. Kurangnya sosialisasi dan edukasi seksual sejak dini juga ikut andil dalam penyebaran penyakit kelamin seperti gonore. Masyarakat terkesan abai terhadap bahaya penularan bakteri penyebab penyakit yang dapat mengakibatkan gangguan kesuburan.

Penularan Gonore pada Wanita

Penularan gonore pada wanita terjadi ketika berhubungan seksual dengan pria pengidap gonore. Bisa jadi pria pasangan seksual ini tidak menunjukkan gejala apapun karena masih dalam masa inkubasi bakteri. Tetapi di dalam tubuhnya sudah terpapar bakteri yang berkembang secara aktif. Bakteri berkembang di dalam testis dan dapat keluar melalui cairan sperma.

Pada saat terjadi ejakulasi, bakteri penyebab gonore masuk ke dalam vagina, anus, atau mulut tergantung kontak seksual yang dilakukan. Bagian mukosa ini merupakan tempat yang sesuai untuk lingkungan hidup bakteri gonore. Di dalam vagina, anus dan mulut bakteri akan berkembangbiak membentuk koloni dan melakukan infeksi serta menyebar melalui peredaran darah.

Pada kondisi ini wanita sebagai pasangan seksual pasien gonore sudah terinfeksi bakteri Neisseria gonorrhea. Meskipun tidak langsung menunjukkan gejala penyakit namun tetap dapat menularkan kepada pasangan lain yang sehat. bahkan pada wanita umumnya tidak disadari adanya gejala. Dan lebih dianggap sebagai keputihan yang tidak berbahaya bahkan bisa sembuh dengan sendirinya.

Olamix Mencegah Penularan Gonore
Olamix Mencegah Penularan Gonore

Penularan Gonore pada Bayi Baru Lahir

Penularan gonore juga bisa terjadi pada bayi baru lahir. Gejala yang nampak adalah adanya gangguan pada mata. Mata terlihat bengkak, kemerahan dan tampak adanya kotoran seperti belek. Gejala ini mengganggu penglihatan bayi karena sulit membuka mata bahkan dalam jangka panjang jika tidak mendapat pengobatan yang tepat dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Ibu yang terinfeksi gonore sebelum kehamilan harus mendapat pengobatan sebelum memasuki masa kehamilan. Jika tidak bersih dari bakteri penyebab sipilis akan terbawa selama kehamilan dan dapat menular ke janin secara langsung. Kontak terjadi ketika kelahiran normal melalui vagina antara kulit bayi dan area genital ibu yang terinfeksi langsung menularkan bakteri.

Ketika lahir bisa jadi bayi tidak menampakkan gejala apapun. Baru setelah 3 atau 4 hari kelahiran gejala muncul pada area mata tersebut. Jika mendapati kondisi seperti ini maka harus segera dilakukan pemeriksaan terhadap bayi maupun kedua orang tua. Untuk memastikan penyebab gangguan penglihatan pada bayi sehingga bisa segera dilakukan pegobatan.

Pencegahan Penularan Gonore pada Bayi

Penularan penyakit kelamin dari ibu hamil kepada bayi bisa dicegah sedini mungkin. Dengan memberikan pengobatan yang tepat sejal awal kemunculan penyakit pada ibu. Penting untuk melakukan skrinning ketika ibu hamil memasuki trimester pertama. Semakin cepat diketahui adanya infeksi penyakit kelamin semakin mudah penyembuhannya. Sehingga meminimalisir penularan kepada janin yang dikandung.

Pemeriksaan atau skrinning bisa dilakukan melalui laboratorium atau rumah sakit dengan memeriksa sample darah dan cairan dari organ genital. Selanjutnya jika dinyatakan positif gonore dokter akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkan penyakit sekaligus menghilangkan bakteri. Namun pasien juga bisa melakukan pengobatan secara mandiri dengan mengkonsumsi antibiotik yang dijual bebas di pasaran.

Olamix adalah antibiotik terpercaya yang dapat menyembuhkan penyakit kelamin dalam 3-4 hari. Terdapat 2 type obat yaitu type A dan type B, masing-masing memiliki kelebihan. Olamix type A memiliki efektifitas lebih tinggi dibanding type B, yang mampu menyembuhkan gejala penyakit sekaligus menghilangkan bakteri secara permanen meskipun harganya relatif lebih mahal.

Obat ini bisa didapatkan secara online melalui shopee dengan kata kunci Olamix. Obat dalam satu paket harus diminum habis sesuai aturan meskipun gejala sudah sembuh supaya tidak terjadi resistensi bakteri. Selama pengobatan pasien akan mendapat pendampingan dan konsultasi gratis dari tim Olamix. Pemantauan penyakit perlu dilakukan untuk mengukur efektifitas obat.

Setelah selesai tahap pengobatan, pasien perlu memeriksakan diri secara rutin. Bisa melalui laboratorium maupun rumah sakit untuk mengetahui apakah bakteri di dalam tubuhnya benar-benar besih. Jika masih ada bakteri maka bisa dilakukan pengobatan atau terapi kembali. Sampai dinyatakan benar-benar bersih pasien tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual untuk menghindari penularan gonore.